JANGAN MENYIMPANG DARI JALAN YANG BENAR

Mawlana Shaykh Sayyid Muhammad Adil ar-Rabbani qs. Selasa, 11 Agustus 2026 / 28 Safar 1448. Akbaba Dergah, Istanbul Turkiye.


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Audzubillahi minasyaitanir rajim. Bismillahir Rahmanir Rahim. Wassalatu Wassalamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul Awwalin wal Akhirin. Madad Ya Rasulullah, Madad Ya Sadati As’habi Rasulillah, Madad Ya Mashayikhina, Dastur Mawlana Shaykh Abdullah Faiz Daghestani, Shaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani. Madad. Tariqatunas suhbah wal khayru fil jam'iyyah.

Bismillahir Rahmanir Rahim. 

“وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ”

Wa anna haazaa shiroothii mustaqiiman fattabi'uuh wa laa tattabi'us-subula fatafarroqo bikum 'an sabiilih.

"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." Sadaqallahul Azhiim.

(QS. Al-An'am: 153)


Allah 'Azza wa Jalla berfirman agar kita senantiasa berada di jalan yang lurus. Janganlah menyimpang dari jalan yang lurus. Jika kalian menyimpang dari jalan yang lurus, kalian akan tersesat. Akan muncul di hadapan kalian banyaknya jalan. Jalan-jalan tersebut tidak ada habisnya, dan jalan-jalan itu pada akhirnya akan menghancurkan kalian.

Kini jalan yang lurus itu sudah jelas. Jalan yang ditempuh oleh Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kita, sudah jelas. Seluruh Sahabat, Ahlul Bait, Imam Mazhab, dan para Imam Akidah yang mengikuti beliau ﷺ, semuanya menempuh jalan tersebut. Adapun yang menyimpang dari jalan itu, mereka telah binasa. Mereka juga telah menyesatkan banyak orang dan membawanya kepada kebinasaan bersama-sama dengan mereka.

Oleh karena itu, apabila kalian telah berada di jalan yang benar, janganlah mengubahnya. Apabila kalian berada di jalan kebenaran, jangan biarkan orang lain menipu dan menyesatkan kalian. Janganlah kalian menempuh jalan-jalan yang lain. Sebab, setelah wafatnya Baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, muncul banyak orang yang mengaku sebagai nabi dan banyak pula para pendusta.

Mereka berkata, "Lakukan ini, lakukan itu, tinggalkan ini," namun semuanya pada akhirnya lenyap. Orang-orang yang mengikuti mereka pun telah lenyap. Namun orang-orang yang berada di jalan kebenaran akan tetap ada dan terus melanjutkan perjalanan mereka. Segala puji dan syukur bagi Allah ﷻ, jalan ini akan terus ada hingga Hari Kiamat.

Terkadang mereka yang masih polos bertanya-tanya, ketika ada seseorang yang datang dan berkata, "Saya seorang Shaykh, saya adalah ini, saya adalah itu," bagaimana kita dapat mengetahui apakah dia berada di jalan yang benar atau tidak?

Orang yang mengikuti jalan Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kita, yang mendirikan shalat dan berdoa, yang menghormati serta mencintai Ahlul Bait dan para Sahabat, maka ia berada di jalan yang benar. Siapa pun yang menentang mereka atau keberatan terhadap mereka, berarti ia telah menyimpang dari jalan yang benar. Semoga mereka bertobat dan kembali kepada jalan yang benar, insya Allah.

Karena sekarang ini terdapat begitu banyak hal yang membuat orang bingung. Mereka tidak membaca buku dan tidak mau mencari tahu sendiri. Mereka hanya mengandalkan apa yang mereka dengar dari orang lain, bahkan sering kali bukan dari orang yang benar-benar memahaminya, melainkan dari apa yang mereka lihat di ponsel dan dari orang-orang yang berbicara seolah-olah mereka paling tahu.

Akibatnya mereka menjadi bingung. Awalnya mereka menyukai sebagian orang dan membenci sebagian lainnya. Namun kemudian, mereka bahkan bisa membenci orang-orang yang dulu mereka sukai, hingga akhirnya mereka terjerumus ke dalam dosa.

Oleh karena itu, perkara ini sangat penting; menghormati para Sahabat dan Ahlul Bait merupakan sesuatu yang sangat penting. Siapa pun yang menyimpang dari prinsip ini, maka ia telah tersesat. Semoga Allah 'Azza wa Jalla melindungi kita. Semoga Allah ﷻ senantiasa meneguhkan kita semua di atas jalan yang benar, insya Allah. Semoga Allah 'Azza wa Jalla meneguhkan hati kita semua dan melindungi kita agar tetap berada di jalan yang indah ini.


Wa min Allah at-Taufiq. Al-Fatihah.

Komentar