Estafet Sanad Syadziliyah: Syaikh Muhammad Arif Terima Amanah Mursyid dari KH. Mukhtar Syafi’i Jamil
BANYUMAS, 11 Januari 2026 Warta Suryamedar Publisher – Suasana penuh keberkahan menyelimuti kediaman Romo KH. Mukhtar Syafi’i Jamil, pengasuh Pondok Pesantren Sikeris, Tambak, Kabupaten Banyumas. Dalam sebuah pertemuan yang tergolong langka dan sarat makna spiritual, beliau secara resmi memberikan amanah besar kepada Syaikh Muhammad Arif sebagai Mursyid Thoriqoh Syadziliyah.
Pertemuan tersebut sejatinya diniatkan oleh Syaikh Muhammad Arif sebagai ajang silaturahmi untuk tabarruk (mengambil berkah) kepada sosok ulama sepuh yang meneruskan perjuangan Simbah KH. Ibrohim. Menariknya, meski ini merupakan pertemuan tatap muka pertama kali bagi keduanya, ikatan batin dan isyarat langit tampaknya telah mempertemukan mereka dalam satu garis perjuangan.
Selama beberapa tahun kebelakang Syaikh Muhammad Arif sudah sering berkomunikasi melalui WhatsApp maupun akun Facebook dengan Kyai Bisri salah satu Pengasuh Ponpes Sikeris yang telah wafat beberapa tahun yang lalu, dan silaturahmi jarak jauh tersebut dilanjutkan dengan Gus Achmad fachrurozi yang merupakan putra dari Romo KH. Mukhtar Syafi'i Jamil.
Amanah Besar di Pertemuan Pertama
Tanpa melalui proses yang panjang secara formalitas, KH. Mukhtar Syafi’i Jamil langsung memberikan mandat kemursyidan kepada Syaikh Muhammad Arif. Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang. Romo Kyai Mukhtar melihat adanya kebutuhan mendesak bagi para jamaah dan santri yang berada di bawah bimbingan Syaikh Arif dan usia Romo kyai sudah semakin sepuh.
"Banyak santri-santri beliau yang rindu dan ingin berbaiat Thoriqoh Syadziliyah. Namun, jarak yang terlalu jauh jika harus direkomendasikan langsung ke guru sepuh menjadi kendala teknis bagi mereka. Maka, amanah ini diberikan agar jalur tarbiyah dan sanad tetap tersambung dengan mudah," ungkap salah satu saksi dalam pertemuan tersebut.
Jalur Sanad yang Tersambung
Syaikh Arif yang memiliki nama lengkap Syaikh Kyai Mas Ngabehi Rasno Mohamad Arif Nujaba Prasetyo yang lahir di Kabupaten Banyumas dan kini bermukim di Kabupaten Bandung, bukanlah sosok baru dalam dunia thoriqoh. Ia selalu aktif dalam Organisasi besar Jam'iyyah Ahlit Thoriqoh Al Mu'tabarrah An Nahdliyyah yang merupakan badan otonom Nahdlotul Ulama sejak beberapa tahun silam, beliau telah resmi masuk ke dalam barisan Thoriqoh Syadziliyah melalui baiat kepada Romo KH. Thaefur Manggungan.
Kini, dengan restu dari KH. Mukhtar Syafi’i Jamil yang juga Rois JATMAN Kab Banyumas, sanad keilmuan Syaikh Arif semakin kokoh. Jalur ini menyambung langsung melalui Simbah KH Ahmad Abdul Haq Dalhar Watucongol Magelang, sementara Syaikh Arif melalui Simbah KH. Ibrohim sosok waliyullah yang dulu mengasuh Pondok Pesantren Sikeris, yang kini estafet kepemimpinannya dilanjutkan oleh Romo KH. Mukhtar, kedua ulama tersebut merupakan murid dari Ulama besar di Mekah yang berasal dari Banjarnegara yaitu Syaikh Nahrawi Muhtarom Al Banyumasyi tsuma Al Makki, banyak para Mursyid Thoriqoh Syadziliyah sanadnya bermuara ke beliau.
Mendekatkan yang Jauh
Pengangkatan ini diharapkan menjadi wasilah bagi para pencari Tuhan (salik) di lingkungan Pesantren Suryamedar yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Arif. Dengan adanya mandat ini, para santri kini memiliki akses yang lebih dekat untuk mengambil talqin dzikir dan baiat Syadziliyah tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Banyumas, namun tetap dalam satu koridor sanad yang muttasil (bersambung) hingga ke pengasuh Pesantren Sikeris.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa dalam dunia spiritual, pertemuan fisik hanyalah perantara, namun kesiapan ruhani dan kebutuhan umatlah yang menjadi penentu turunnya sebuah amanah besar.
Kabar tersebut ternyata langsung disampaikan oleh Romo KH. Mukhtar kepada pengurus JATMAN kab Banyumas yaitu Syaikh Sayyid Abdurrahman Rukhi Al Banyumasyi yang juga sahabat karibnya Syaikh Arif, dan lebih dulu di angkat sebagai Mursyid Thoriqoh Syadziliyah olehnya, dalam pesan WhatsApp beliau menyampaikan "Alhamdulillah wa shukrulillah mireng langsung saking mbah jenengan di tetep aken dados mursyid Syadziliyah teng mbah.. Nderek bungah" tuturnya kepada Syaikh Arif.

Komentar
Posting Komentar