BANDUNG, 25 Februari 2016 – Memasuki bulan suci Ramadhan, suasana berbeda pada Organisasi Pesantren Suryamedar, Bandung. Meski sejumlah jadwal pengajian tatap muka (rutinan) diliburkan selama bulan puasa, semangat berbagi ilmu tidak lantas surut. Pengasuh Pesantren Suryamedar, Syaikh Arif, kembali menginisiasi gerakan "Ngaji Digital" sebagai sarana dakwah bagi umat.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari tradisi yang ia bangun sejak tahun sebelumnya. Melalui kanal media sosial resminya, Syaikh Arif secara konsisten mengunggah konten pengajian rutin untuk menjangkau para santri dan jamaah yang berada di rumah.
Ngaji Digital tersebut dibuat pada tempat manapun yang kebetulan hari itu ia berada.
Menjaga Tradisi di Era Modern
Keputusan untuk mengalihkan pengajian ke platform digital ini diambil agar interaksi keilmuan tetap terjaga meski jadwal fisik sedang jeda. Bagi Syaikh Arif, media sosial bukan sekadar alat komunikasi, melainkan mimbar dakwah yang efektif di masa kini.
"Meskipun beberapa jadwal rutinan diliburkan, syiar tidak boleh berhenti. Media sosial memungkinkan kita tetap berbagi ilmu tanpa sekat ruang dan waktu," ujar beliau dalam salah satu unggahannya.
Kitab Pilihan Tahun Ini
Pada Ramadhan kali ini, fokus kajian Syaikh Arif mencakup dua kitab penting yang menjadi rujukan fundamental bagi penuntut ilmu:
Kitab Safinatun Najah (Safinah): Membahas dasar-dasar fiqih ibadah bagi pemula agar ibadah puasa dan keseharian berjalan sesuai syariat.
Kitab Hidayatul Adzkiya: Sebuah kitab tasawuf yang membimbing para pencari ilmu untuk membersihkan hati dan meningkatkan kualitas ketakwaan.
Pengajian ini dikemas dalam durasi yang singkat namun padat, sehingga mudah dicerna oleh netizen yang ingin mengisi waktu luang atau ngabuburit dengan kegiatan yang bermanfaat.
Penulis : Tim Redaksi SURYAMEDAR Publisher
Lokasi : Bandung, Jawa Barat

Komentar
Posting Komentar