Khatam Ngaji Kilatan kitab Safinah terjemah Sunda Syiar Ramadhan dari Kampung Nyalindung

CILEUNYI WETAN – Warta SURYAMEDAR Publisher -  Memasuki hari ke-16 Ramadhan, gema tholabul ilmi terasa kental di Masjid Nurul Iman, Kp. Nyalindung RT 01 RW 11, Desa Cileunyi Wetan. Tim Pewarta SURYAMEDAR Publisher melaporkan pelaksanaan program "Ngaji Kilatan Ramadhan" yang baru saja mengkhatamkan kitab Safinah an-Naajah dengan terjemah bahasa Sunda di bawah bimbingan langsung Syaikh Arif.

Tradisi Tahunan Ba’da Subuh
​Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap hari tepat setelah shalat Subuh berjamaah dan dzikir ba'da sholat fardhu, kemudian dimulai dengan pembacaan kalimat Toyyibah, Asmaul husna dan Tadarus Al Qur'an kemudian dilanjut Ngaji Kilatan. Meski dilakukan secara kilat, materi yang disampaikan tetap mendalam guna mengejar target khatam dalam satu bulan penuh. Uniknya, meski diikuti secara fisik oleh jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), materi pengajian ini juga disiarkan melalui pengeras suara sehingga dapat menjangkau dan disimak oleh masyarakat luas di lingkungan sekitar dari rumah masing-masing. Sebelumnya pada malam ke 10 telah dilaksanakan khatam Qur'an, capaian tadarus harian selama romadhon bersama ketua DKM Abah Ustadz H. D. Hermawansyah.
Konsistensi Selama Tiga Tahun
​Syaikh Arif menuturkan bahwa inisiatif ini bukanlah hal baru. Sejak ia tinggal sementara di kampung tersebut tiga tahun silam, tradisi ngaji kilat Ramadhan terus diistiqomahkan dengan kitab yang berganti setiap tahunnya :
  • ​Tahun Pertama: Khatam Kitab Tijan ad-Darori.
  • ​Tahun Kedua: Khatam Kitab Ta’lim al-Muta’allim.
  • ​Tahun Ketiga (Sekarang): Khatam Kitab Safinah an-Naajah.
"Meski jamaah yang hadir secara langsung di masjid tidak terlalu banyak, saya tetap bersyukur. Harapan utamanya adalah semoga ilmu ini bermanfaat dan keberkahan Allah limpahkan untuk seluruh jamaah Masjid Nurul Iman, keluarga mereka, serta masyarakat secara luas," ujar Syaikh Arif dengan penuh tawadhu.
Sekilas Tentang Kitab Safinah an-Naajah
​Kitab yang dikaji tahun ini merupakan dasar ilmu fiqih madzhab Syafi'i yang sangat masyhur di Nusantara. Kitab ini disusun oleh Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadromi, seorang ulama besar asal Yaman yang hijrah ke Indonesia dan wafat serta dimakamkan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Kitab yang sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa ini sangat populer, termasuk yang menterjemahkan kedalam bahasa Sunda ini ialah ponpes salafiyah babakantipar Sukabumi.
"Dengan membaca kitab terjemah bahasa Sunda ini kita dapat tambahan ilmu, yaitu bahasa Sunda yang umum namun halus, penuh tata Krama bahasa yang baik, karena yang menterjemahkannya seorang ulama yang sangat baik akhlaknya." Tutur Syaikh Arif.
​Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjalankan ibadah puasa secara lisan, namun juga dibekali dengan pemahaman fiqih yang kuat agar ibadah sehari-hari menjadi lebih sempurna.

​Pewarta : Tim Pewarta SURYAMEDAR Publisher
Lokasi : Masjid Nurul Iman, Cileunyi Wetan

Komentar